in

Wow, Ternyata Karanganyar Surga Wisata Air

Lupakan wisata air macam waterpark dan sejenisnya. Sebab yang sobat temui kali ini adalah wisata air alami. Semuanya berasal dari alam dan manusia sebatas menemukan serta merawatnya.

Karanganyar, sebuah kota yang terletak di lereng Gunung Lawu menyimpan kekayaan alam yang tiada tara. Terutama obyek wisata air terjun yang membuat Karanganyar dikenal luas di kalangan wisatawan.

Setidaknya ada tujuh mata air terjun di Karanganyar. Air terjun paling terkenal tentu Grojogan Sewu. Tapi kini banyak bermunculan air terjun yang selama ini tersembunyi dan baru belakangan diberdayakan oleh warga sekitar. Berikut wisata air terjun di Karanganyar :

1. Grojogan Sewu

Grojogan Sewu dikenal luas sebagai ikon pariwisata Karanganyar. Rasa-rasanya belum ke Karanganyar kalau belum berkunjung ke obyek wisata yang terletak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Karanganyar tersebut.

Meski namanya Grojogan Sewu alias Grojogan Seribu, bukan berarti ada seribu mata air di sana atau tingginya seribu meter (astaga, satu kilometer). Kata sewu berasal dari hitungan orang zaman dahulu untuk mengukur ketinggian air dari puncak bukit sampai lembah.

Waktu itu orang-orang menghitung dengan patokan pecak atau seukuran telapak kaki orang dewasa. Diperkirakan tinggi Grojogan Sewu adalah seribu pecak sehingga disebut Grojogan Sewu. Jika dibuat ukuran meter, tingginya sekitar 80 meter.

Pesona utama di Grojogan Sewu tentu gerojokan air dari tebing setinggi 80 meter. Terkadang ada yang nekat duduk di bawah air terjun meski itu sebenarnya dilarang. Menariknya ada mitos tentang jembatan yang ada di depan Grojogan Sewu.

Penduduk sekitar menyebutnya Kreteg Pegat atawa jembatan putus hubungan. Konon bagi mereka yang tengah memadu kasih, jika melewati jembatan itu maka hubungannya tidak akan langgeng alias putus di tengah jalan.

Tapi tenang. Kabarnya mitos itu hanya berlaku bagi yang tengah pacaran. Jika sobat sudah menikah, tak perlu khawatir akan berujung perceraian dengan pasangannya. Lagipula itu cuma mitos yang tak jelas kebenarannya.

Yang pasti, Grojogan Sewu punya pesona tersendiri. Selain keindahan alamnya, sobat bakal menemui gerombolan kera yang tak takut berinteraksi dengan pengunjung. Bahkan kera-kera itu cenderung agresif merebut benda apapun yang tengah dibawa. Jadi tetap waspada dan jaga jarak ya..

Fasilitas yang tersedia mulai toilet, warung makan yang sekaligus menawarkan tikar untuk makan lesehan atau sekadar bersantai, hingga kolam renang dengan air super dingin. Sobat perlu mencicipi sate kelinci yang menjadi andalan para pedagang di sana.

Ada dua jalan untuk mencapai air terjun, yaitu pintu masuk atas atau utama dan pintu masuk bawah. Dari pintu masuk utama, ada sekitar 1.250 anak tangga yang harus dilalui untuk sampai ke air terjun. Sedangkan dari bawah, tak sampai sepertiganya.

Tentu akses kendaraan lebih nyaman di pintu utama. Lokasi parkir kendaraan yang nyaman dan mudah dicapai. Sedangkan untuk menuju pintu bawah, harus melewati jalan cor yang curam, licin, dan sempit. Bagi mereka yang kurang lihai mengendarai, tidak disarankan melewatinya.

Untuk tiket masuk relatif murah, yaitu Rp 15 ribu per orang. Kita akan bisa menikmati pemandangan sepuasnya dan menghirup udara segar. Grojogan sewu memang ikon Karanganyar. Jika kebetulan berkunjung atau dalam perjalanan ke Jawa Timur, sempatkan mampir dan berwisata ke Grojogan Sewu.

Astana Giribangun Wisata Religi Karanganyar