in

Astana Giribangun Wisata Religi Karanganyar

Kabupaten Karanganyar dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak memiliki tempat wisata religi. Terkhusus karena Karanganyar menjadi tempat peristirahatan terakhir para penguasa Mangkunegaran. Alhasil banyak masyarakat umum ataupun abdi dalem yang secara khusus berziarah ke makam para penguasa Mangkunegaran tersebut. Tak sekadar berziarah, perkembangan zaman membuat makam tersebut menjadi obyek wisata baru. Berikut beberapa obyek wisata religi di Karanganyar:

1. Astana Giribangun

Dewasa ini siapa yang tak mengenal Astana Giribangun. Status sebagai tempat penguasa Orde Baru-mantan Presiden Soeharto, membuat tempat ini menjadi sangat terkenal. Sebelumnya tak banyak yang tahu tentang Astana Giribangun. Tapi semenjak Ibu Tien Soeharto yang meninggal pada 28 April 1996 dan dimakamkan di Giribangun, sontak semua orang mengetahuinya.

Astana Giribangun terletak di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Jaraknya sekitar 35 kilometer di timur Surakarta. Lokasinya 660 meter di atas permukaan laut. Makam ini menjadi satu bagian besar dari kompleks makam penguasa Mangkunegaran, yaitu Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Letaknya paling rendah karena Ibu Tien Soeharto keturunan Mangkunegara III.

Sedangkan Mangkunegara I alias Pangeran Sambernyowo dimakamkan di Astana Mangadeg yang punya ketinggian 750 mdpl. Jadilah letak Astana Giribangun di bawah Astana Mangadeg sebagai bentuk penghormatan terhadap Mangkunegara I.

Baca juga:  Wow, Ternyata Karanganyar Surga Wisata Air

Terdapat tiga bangunan makam utama di Astana Giribangun. Pertama disebut Argosari yang punya luas 81 meter persegi. Di sini dimakamkan kedua orang tua Ibu Tien Soeharto yaitu pasangan Soemarharjono, kakak tertua Ibu Tien yang bernama Siti Hartini, Ibu Tien sendiri, dan Soeharto.

Kelima makam tersebut menempati area tersendiri yang tertutup rapat. Tak sembarang orang dan sembarang waktu bisa menziarahi makam penguasa Orba tersebut.

Setelahnya ada Argo Kembang dengan luas 567 meter persegi dan Argo Tuwuh yang luasnya 729 meter persegi.

Astana Giribangun mulai dibangun pada 1974 dan selesai pada 1976. Penggunaannya ditandai dengan dipindakannya sisa jasad orang tua dan kakak tertua Ibu Tien dari pemakaman Utoroloyo Surakarta ke Giribangun.

Makam ini ramai dikunjungi peziarah, terutama pasca Soeharto meninggal pada 27 Januari 2008. Para peziarah yang kebanyakan dari Jawa Timur mendatangi makam Soeharto menjelang puasa atau peringatan hari lahir Soeharto pada 8 Juni. Di hari biasa rata-rata ada 300 orang yang berkunjung. Dan di hari libur atau saat ramai peziarah, bisa mencapai 3 ribu orang perhari.

Untuk menuju lokasi, dari Surakarta mengambil rute ke arah Tawangmangu. Di perempatan Karangpadan, mengambil arah ke Matesih atau ke selatan. Setelahnya ada pertigaan yang menuju ke lokasi makam.

Baca juga:  Selfie Plus Uji Nyali

Sayangnya hampir tidak ada kendaraan umum yang melewati depan kompleks makam. Sobat harus menggunakan kendaraan pribadi atau jika naik kendaraan umum turun di pertigaan dan menggunakan ojek.

Ada tiga lokasi parkir di Giribangun. Lokasi parkir A berada tepat di bawah makam sehingga tidak perlu berjalan jauh. Namun tempat parkir tersebut hanya mampu menampung tak lebih dari 20 mobil.

Selanjutnya parkir B agak jauh di bawah atau dekat dengan pintu masuk dari jalan raya. Dari sini untuk ke makam, harus naik tangga yang lumayan tinggi dan cukup melelahkan. Namun kita akan mendapati banyak pedagang kaki lima yang menawarkan pernak-pernik tentang pak Harto.

Tempat parkir yang baru adalah C yang berlokasi jauh dari pintu masuk. Tempat parkir ini jarang digunakan kecuali jika pengunjung membeludak seperti saat peringatan seribu hari meninggalnya pak Harto. Biasanya ada kendaraan antar jemput menuju depan pintu makam.

Tidak ada tiket masuk yang dikenakan pada pengunjung. Cukup mengisi buku tamu dan memberi uang seikhlasnya pada kotak yang disediakan pengelola. Dan tentunya berperilaku sopan dan menjaga ketertiban saat berziarah. Penulis: Uky Primartantyo, Editor: Agus.

Selanjutnya: Astana Girilayu

Bagikan Berita:
Sedinding

Wow, Ternyata Karanganyar Surga Wisata Air

Candi Cetho

Inilah Delapan Kekayaan Budaya Karanganyar, Nomor Satu Menjadi Favorit