in

BPBD Karanganyar Sudah Membuat Skenario Penanganan Bencana

Siaga Bencana

Karanganyar.news, KARANGANYAR–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar menyiapkan skenario penanganan bencana dan lima pos komando (posko) siaga bencana di Kabupaten Karanganyar.

Langkah itu sejalan dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang menetapkan siaga darurat bencana di 35 kabupaten/kota di Jateng pada Oktober. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Karanganyar, Nugroho, menuturkan sudah menyiapkan skenario penanganan bencana di sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar.

BPBD memprioritaskan pada wilayah termasuk zona merah atau rawan bencana alam. Nugroho menyebutkan wilayah termasuk zona merah tanah longsor, yaitu Jenawi, Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, dan Jatiyoso. Wilayah yang berada di aliran Sungai Bengawan Solo rawan bencana banjir adalah Kebakkramat, Jaten, Tasikmadu, dan Gondangrejo.

Nugroho menyampaikan skenario penanganan bencana berisi gambaran jumlah keluarga terdampak, lokasi pos pengungsian, pos kesehatan, pos keamanan, dan lain-lain. Dia memberi contoh bencana banjir di Jaten.

“Seandainya terjadi banjir, sudah ada skenario penanganan bencana. Kami sudah tahu jumlah warga terdampak, dimana mau bikin pos pengungsian, dapur umum, berapa personel yang akan diterjunkan, dan lain-lain. Dasarnya pemetaan dan data,” kata Nugroho saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (1/10/2016).

Dia menjelaskan langkah itu bentuk persiapan sejak dini apabila terjadi kemungkinan terburuk. “Kalau enggak ada data ya sulit penanganan. Belajar dari pengalaman dan kejadian yang sudah ada. Intinya mempercepat penanganan korban bencana dan kesiapsiagaan masyarakat,” tutur dia.

Di sisi lain, Nugroho mengungkapkan sudah menyosialisasikan kepada sejumlah warga di wilayah rawan bencana alam untuk pindah. Dia menyebut dua keluarga di Desa Trengguli, Jenawi tinggal di bawah tebing, sejumlah warga di Dusun Dukuh, Matesih, dan lain-lain. Namun, relokasi hanya dapat dilakukan dengan syarat, yaitu pernyataan bupati tentang status darurat dan surat keputusan (SK) Bupati tentang siaga darurat.

“Warga yang di lokasi rawan bencana itu sudah tahu kondisinya dan sudah sadar apabila harus relokasi. Sudah kami siapkan untuk relokasi. Tinggal menunggu saat yang tepat. Apakah menggunakan dana tanggap darurat Bupati atau BNPB itu tergantung Bupati,” jelas dia.

Selain membuat skenario penanganan bencana, BPBD Kabupaten Karanganyar berencana membangun lima posko di sejumlah wilayah rawan bencana. Satu posko di kantor BPBD Kabupaten Karanganyar dan empat posko lainnya di Kebakkramat, Ngargoyoso, Matesih, dan Jatiyoso. Posko akan didirikan pada pertengahan Oktober.

Sebelumnya, BPBD akan mengumpulkan satuan petugas (Satgas) BPBD, anggota, dan sukarelawan di Kabupaten Karanganyar pekan depan. Bencana alam mengintai Karanganyar apabila melihat cuaca yang terjadi beberapa hari terakhir. Nugroho menyebut bencana alam banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung masih mungkin terjadi.

“Posko ini untuk penanganan cepat. Setiap posko ada delapan orang dari BPBD dan sukarelawan setempat. Ada dua shift per hari. Posko aktif 24 jam sehari. Akan dibuka selama 30 hari. Bisa diperpanjang sesuai situasi dan kondisi,” ungkap dia. (solopos)

Lomba Guru Berprestasi 2016 di Aula SMA Negeri 1 Karanganyar

Kebakkramat, Badan Jalan Tergenang Air dengan Ketinggian Separuh Roda Mobil