in

Saatnya Belajar di Wisata Edukasi Karanganyar

edupark dirgantara

Karanganyar tak hanya terkenal dengan wisata alamnya. Ada banyak hal menarik yang kini ada di bumi Intan Pari. Pemerintah setempat mulai mengembangkan wisata edukasi seiring dengan tingginya minat pelajar untuk belajar sembari berwisata. Akhirnya bermunculan obyek wisata edukasi yang layak dikunjungi jika sobat berkunjung ke Karanganyar. Berikut beberapa di antaranya :

1. Sondokoro

Saat ini nama Sondokoro sudah dikenal luas di Karanganyar dan sekitarnya. Berawal dari sebuah pabrik gula tua di Kecamatan Tasikmadu, kini menjadi salah satu obyek wisata favorit di Karanganyar.

Sulit untuk menolak pengalaman merasakan kereta uap kuno dan menelusuri sejarah kejayaan perkeretaapian kita. Dengan lokomotif berbahan bakar kayu, kita akan diajak mengitari seputar pabrik gula Tasikmadu dan melihat langsung proses pembuatan gula pasir yang berawal dari tebu.

Sondokoro adalah buah kejelian pengelola pabrik gula. Tak ingin hilang digilas zaman, mereka berinovasi dengan mengembangkan wisata di dalam pabrik gula. Kesan angker dan kaku dari pabrik peninggalan Mangkunegara IV langsung tergantikan dengan suasana asri dan ngangeni.

Betapa tidak, karena begitu masuk kawasan pabrik pengunjung akan disuguhi pemandangan luar biasa. Mesin-mesin raksasa pengolah tebu hingga kereta uap kuno yang dulunya dipakai mengangkut tebu dari lokasi perkebunan hingga ke pabrik gula.

Wisata Sondokoro mulai dibuka pada 2005. Obyek wisata ini menawarkan beragam wahana selain kereta uap kuno. Mulai taman air, kolam renang, terapi ikan, hingga bioskop yang memutar film tentang proses pengolahan tebu.

Ada tiga jenis kereta uap kuno yang bisa dipilih yaitu spoor tebu, spoor gula, dan spoor sakarosa. Tiketnya mulai Rp 6 ribu sampai Rp 9 ribu per orang. Tiap kereta punya jarak tersendiri, mulai yang hanya berkeliling di dalam kawasan pabrik hingga yang sempat keluar pabrik.

Sensasinya benar-benar luar biasa. Asap hasil pembakaran kayu, klakson kereta, hingga perjalanan di atas rel peninggalan abad ke-18. Saking kecilnya rel, terkadang gerbong keluar jalur. Tapi tenang, tak sampai terguling kok.

Hanya sebatas keluar jalur rel dan dengan tenaga beberapa orang dewasa saja, gerbong sudah kembali ke rel yang benar.

Biasanya tiap kali berangkat, kereta bisa menarik 6-7 gerbong. Tiap gerbong bisa diisi hingga 25 penumpang. Saat ramai pengunjung, seringkali kita harus berebutan naik. Tapi di luar hari libur, terkadang kereta malah tidak jalan sama sekali karena sepi pengunjung.

Karena itu ada baiknya sobat berkunjung saat hari libur dan pastikan tak kalah gesit dengan pengunjung lainnya saat ingin naik kereta uap kuno.

Tak susah menuju Sondokoro. Dari Solo, sobat ambil jalan ke kiri saat sudah sampai perempatan Papahan. Dari situ, pabrik gula Tasikmadu tempat Sondokoro berada sudah cukup dekat. Ada papan petunjuk yang akan membantu mengarahkan.

Harga tiketnya hanya Rp 5 ribu per orang. Tentu untuk naik wahana dan sebagainya, ada tiket lagi. Tapi tenang, harga tiket terjangkau. Rata-rata di kisaran Rp 5 ribu per orang. Bagaimana? Tertarik mencoba?

Hati-hati! Terjadi Tanah Longsor di Matesih

Kebakaran di Gudang Spinning Pabrik PT Agung Kuncoro Tekstil di Jetis, Jaten