in

Kuliner di Karanganyar Nomor 1 Paling Laris

Sate Kelinci Karanganyar News 2016

Karanganyar.news Kuliner di Karanganyar. Daya tarik sebuah daerah tak hanya obyek wisata atau keramahan penduduknya. Ada lagi yang memikat wisatawan untuk berkunjung, yaitu keragaman kulinernya. Saat ini kuliner sudah menjadi bagian penting dari pariwisata. Bahkan tak jarang kuliner sebuah daerah justru lebih terkenal dari obyek wisatanya.

Banyak kuliner di Karanganyar yang dikenal luas oleh wisatawan. Kuliner yang benar-benar beda dari yang biasa kita temui di kota lainnya. Berikut kami sajikan kuliner-kuliner yang bakal bikin sobat bersemangat menjelajah Karanganyar.

Kuliner di Karanganyar yang menarik:

  1. Sop buntut

Sop Buntut Bu Ugi Tawangmangu Karanganyar News 2016.

Saat ini siapa yang tak kenal sop buntut, khususnya sop buntut bu ugi Tawangmangu. Berdiri sejak 1950, sop buntut bu ugi ramai dikunjungi wisatawan hampir tiap hari. Seporsi sop buntut benar-benar bikin lidah bergoyang dan perut kenyang.

Sebab dalam mangkok sop buntut akan disajikan 3-4 potong daging ukuran besar, irisan besar wortel dan kentang. Meski dagingnya besar, tapi ternyata sangat empuk. Tak susah meloloskan daging dari tulangnya. Rasanya juga sangat gurih dengan kuah bening yang segar.

Wortel dan kentangnya, meski juga dipotong besar-besar, juga empuk dan mudah dikunyah. Tapi juga tidak terlalu empuk sehingga terkesan lembek. Proses pematangannya terasa pas saat disajikan.

Satu porsi sop buntut seharga belasan ribu rupiah dirasa sudah mengenyangkan. Tapi bila sobat masih kuat makan, ada juga nasi pecel yang rasanya juga juara. Hanya seharga kisaran Rp 10 ribu, sobat bisa menjajal nasi pecel plus lauk telur. Sayurannya terasa segar seperti baru dipetik dan sambalnya pas di lidah.

Jika tengah berkunjung ke Tawangmangu, jangan lupa mampir ke sop buntut bu ugi. Letaknya di kiri jalan jika dari arah Solo ke jalan tembus. Jika sudah sampai bumi perkemahan sekipan, artinya sobat kelewatan. Selamat mencoba.

Peta lokasi Sup Buntu Bu Ugi:

  1. Sate kelinci

    Sate Kelinci Karanganyar News 2016

Mungkin kita terbiasa menemui sate ayam, sate kambing, atau sate sapi. Tapi di Karanganyar jamak ditemui penjual sate kelinci. Ya, ternyata daging kelinci tak kalah lezatnya dari daging ayam atau kambing.

Tentu lupakan dulu tampang imut kelinci saat menyantapnya. Rasanya hampir mirip sate ayam tapi jika diperhatikan, ada sedikit serat dan lebih lembut.

Penjual sate kelinci bertebaran di Tawangmangu. Mulai di sekitaran pasar Tawangmangu, di obyek wisata Grojogan Sewu, sampai di pinggir jalan tembus Karanganyar-Magetan. Harganya relatif murah antara Rp 10-15 ribu per porsi.

Sate kelinci menggunakan sambal kacang. Sehingga terasa agak pedas tapi gurih. Biasanya dagingnya memang diiris kecil-kecil dalam satu tusuknya. Jadi mungkin satu porsi sate kelinci belum mengenyangkan.

Sobat bisa melahap sate kelinci sembari bersantai dan menikmati kesejukan alam Tawangmangu. Rasanya sungguh menggugah selera.

  1. Sate landak

Kuliner satu ini benar-benar ekstrim. Ya, dari hewan yang dipenuhi duri di sekujur tubuhnya, bisa diolah menjadi masakan yang luar biasa enak. Jangan salah, ternyata landak yang awalnya dianggap hama tanaman, kini malah jadi menu andalan rumah makan gunung mas di jalan alternatif karanganyar-tawangmangu.

Berawal dari ulah landak yang kerap merusak tanamannya, pemilik rumah makan gunung mas lantas membuat jebakan untuk menangkap landak. Setelah tertangkap, dia kebingungan harus diapakan. Sebab jika dilepas, landak-landak itu pasti datang lagi.

Akhirnya didapat ide untuk membuat sate dan tongseng berbahan dasar landak. Kini menu sate landak justru jadi andalan. Pemilik rumah makan pun sengaja beternak landak untuk memenuhi kebutuhan daging landak.

Berdiri sejak 1998, rumah makan sate landak gunung mas tak pernah sepi pengunjung. Selalu ada yang datang untuk mencoba atau kembali ingin merasakan sate landak. Dagingnya lumayan besar dan agak alot. Tapi rasanya benar-benar enak. Apalagi ditemani segelas bir pletok yang dibuat dari belasan macam rempah-rempah.

Sate landak dijual seharga Rp 40 ribu. Daging landak diklaim bebas kolesterol dan bisa untuk mengobati sakit gatal-gatal, asma, dan menambah stamina.

Selain sate landak, rumah makan ini juga menyedikan menu tak biasa lainnya seperti daging biawak, kalong, dan tupai. Jika ke tawangmangu dari jalur alternatif matesih, jangan lupa mampir ke rumah makan ini. Letaknya berada di kanan jalan dan ada penanda rumah makan.

Peta Lokasi Sate Landak Gunung Mas:

  1. Timus

Nama timus hampir tak dikenal oleh generasi muda. Mungkin ada juga yang tertukar menyebut timus dengan timun, padahal keduanya jauh berbeda. Timus dibuat dari ketela atau ubi jalar yang diparut dan digoreng.

Pemerintah Karanganyar kini tengah menggalakkan kuliner timus. Bahkan akhir 2015 diadakan festival kuliner timus untuk mengenalkan timus sebagai kuliner khas karanganyar. Harapannya makanan ini terangkat dan diingat wisatawan sebagai ikon kuliner di karanganyar.

Proses pembuatan timus sangat sederhana. Siapkan satu kilogram ubi jalar, lima sendok makan tepung sagu, dan minyak goreng. Untuk bumbunya terdiri dari tiga sendok makan gula pasir, setengah sendok teh garam, seperempat kelapa muda parut.

Cara membuatnya dengan mengupas ubi jalar lalu diparut dan dikukus. Setelah itu dihaluskan sampai benar-benar lembut. Kemudian dicampur rata dengan bumbu dan dibikin bentuk sesuai selera dan digoreng sampai matang.

Saat ini belum banyak rumah makan yang menyediakan timus. Kita baru bisa menemuinya di pasar-pasar tradisional. Ke depan, timus bisa menjadi primadona baru makanan rakyat. Apalagi jika dikreasi dengan serius seperti diisi dengan potongan keju atau lainnya.

Baca juga: Kebun Salak Lawu

  1. Walangan

Meski bernama walangan, bukan berarti bahan dasarnya walang atau belalang. Melainkan berbahan dasar singkong yang diparut dan dicampur gula merah. Cara pembuatannya setelah singkong diparut, dibikin seperti lidi dan digoreng setengah matang menggunakan minyak kelapa. Lalu ditiriskan semalaman.

Kemudian digoreng lagi sambil dicampur dengan larutan gula merah. Kemudian diangkat dan didiamkan sebentar agar tak terlalu panas. Kemudian dibuat bulatan-bulatan dan terakhir dikemas. Biasanya harganya Rp 15 ribu per kilogram. Kita bisa menemui walangan atau grubi di toko oleh-oleh atau di sentra kuliner di Karanganyar.

Itulah kuliner di Karanganyar yang mungkin belum Anda rasakan. Silahkan berburu kuliner di Karanganyar untuk oleh-oleh sambil berwisata alam.

Puncak Lawu Karanganyar

Puncak Lawu – Alam Bumi Intanpari

Batik Karanganyar

Batik Karanganyar Jadi Unggulan