in ,

Batik Karanganyar Jadi Unggulan

Batik Karanganyar

Batik Karanganyar, Karanganyar.news. Batik dikenal luas di berbagai daerah di Jawa Tengah, khususnya di seputaran Solo dan Yogyakarta. Sebagai daerah yang dekat dengan Solo, batik pun berkembang pesat di Karanganyar.

Konon aktivitas membatik di Karanganyar sudah dimulai pada era pemerintahan Mangkunegara I. Pada kurun 1920-1960 batik karanganyar banyak dari daerah Matesih.

Batik karanganyar yang menggunakan teknik tradisi di Matesih berlangsung hanya sampai 1950. Bahan yang dipakai selanjutnya memakai atau menggunakan bahan napthol. Jumlah produksi batik karanganyar saat itu mencapai 2 kodi/hari. Pengusaha kebanyakan mengerjakan wedelan (membuat warna biru) sendiri dan usaha ini berlangsung sampai sekitar 1978. Selanjutnya masih ada beberapa orang yang aktif membatik tetapi hanya melayani batik ngengrengan (gambar berupa kontur dari malam di atas kain). Disamping motif-motif klasik tradisional, batik matesih juga membuat batik petanen. Batik petanen yaitu penciptaan motif dengan mengadapsi alam lingkungan Matesih, dipadu dengan motif batik larangan (batik keraton).

Baca juga:  Tahun 2017 Kebun Teh Kemuning Dikonsep Spektakuler

Desain kreatif batik bersumber dari ikon mengacu pada lingkungan alam, maka akan menghasilkan karakter kain batik yang unik dan dapat menjadi unggulan khas wilayah, bahkan akan mampu membangun batik sebagai identitas budaya Karanganyar.

Pada umumnya batik digunakan untuk kain jarik, kemeja, sprei, taplak meja, dan busana wanita. Mengingat bahwa jenis produk ini amat dipengaruhi oleh selera konsumen, perubahan waktu dan model, maka batik di Karanganyar juga berkembang. Baik menyangkut rancangan, penampilan, corak dan kegunaannya, disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sumartoyo – pemilik Puri Art, Perum Bulu, Rt 06/ Rw XVII, Jaten, Kabupaten Karanganyar – mencoba untuk mencari peluang usaha dengan memamerkan kayu namun dibalut dengan motif batik menjadi batik khas karanganyar atau batik kayu karanganyar. Produksinya meliputi berbagai macam batik kayu dari gelang, mangkok, meja, kentongan, kursi, wayang, dan piring. Yang menarik batik kayu dipakai untuk papan dan bidak catur.

Baca juga:  Peran Mahasiswa Membangun Desa

Baca Kategori: Ekonomi Kita

Batik tradisional secara historis berasal dari jaman nenek moyang dalam abad sengkala tahun 1633 Masehi, yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik di Kabupaten Karanganyar mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Secara prinsip terdapat 11 tahapan yang umumnya dilalui dalam pembuatan batik tradisional.

Lokasi Batik Karanganyar

Sentra produksi batik di Kabupaten Karanganyar dijumpai di Kecamatan Matesih, Jaten, Gondangrejo dan Karanganyar. Jumlah produksi batik sebanyak 25.028 kodi per tahun. Dari sisi permintaan, peluang usaha di bidang industri batik masih terbuka luas dan sangat menguntungkan.

Bagikan Berita:
Sate Kelinci Karanganyar News 2016

Kuliner di Karanganyar Nomor 1 Paling Laris

Tekstil dalam Ekonomi Karanganyar