in ,

Kerajinan Talenan Karanganyar

Telenan karanganyar

Kerajinan Talenan Karanganyar, Karanganyar.news. Kerajinan talenan yang memanfaatkan limbah kayu jati dari industri kusen asal Desa Keradenan Serangan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah mampu menembus pasar mancanegara.

Seorang pengrajin talenan, Christian Haryanto mengatakan kerajinan talenan dari bahan baku limbah kayu jati tersebut dilirik konsumen Korea karena miliki kualitas dan corak yang indah dekoratif.

Dia sudah pernah mengirim beberapa sampel talenan ke Korea. Dan konsumen Korea tertarik memesan karena memiliki corak karakteristik kayu asli.

Saat ini untuk permintaan konsumen pasar lokal seperti cafe-cafe di Jakart, rata-rata baru sekitar 200 biji per bulannya.

Dia menjelaskan, untuk kerajinan talenan produksinya memang masih menggunakan beralatan sederhana atau manual seluruhnya sehingga corak karakteristik serat kayu masih bisa terlihat indah dan mulai diminati konsumen.

Baca juga: Herbal Karanganyar

Menurutnya produksi secara manual lebih unggul karena ada corak karakteristik kayu yang bisa dipertahankan ketimbang memakai mesin. Meskipun lebih efisien, nyatanya produksi mesin tidak bisa menampilkan corak kayu.

Kerajinan talenan produksinya ditawarkan mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 150 ribu per biji tergantung ukuran dan bentuk kesulitan produksi.

Dia melibatkan 15 tenaga kerja dengan kemampuan produksi rata-rata sekitar 2.000 biji per bulan. Produksinya juga masih melihat dari permintaan pasar sehingga tidak terlalu menggenjot kapasitas produksi.

Menyinggung soal bahan baku kayu jati yang dianggap semakin sulit, Christian menjelaskan bahan baku limbah kayu tersebut masih tersedia banyak, dan harga rata-rata sekitar Rp16 juta per kubiknya. Bahan baku banyak mengambil dari limbah industri kusen di daerah Blora atau Rembang.

Proses Produksi Kerajinan Talenan Karanganyar

Proses produksi talenan cukup sederhana. Pertama kayu yang berbentuk potongan disambung-sambung dengan lem atau perekat menjadi papan. Setelah ini, dipotong sesuai dibentuk yang dikehendaki dan kemudian diamplas hingga permukaan halus.

Penyambungan kayu bentuk kotak-kotak itu membuat corak kayu menjadi indah alami dan seratnya menjadi warna asli tersendiri.

Alat produksinya sangat sederhana. Yaitu hanya membutuhkan gergaji mesin kecil, mesin amplas, dan alat pressing saat proses perekatan kayu.

Masih terbuka banyak kesempatan dan peluang bagi pelaku usaha mikro kecil lainnya untuk memulai usaha dan menangguk laba. Kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya melainkan harus diperjuangkan.

Ramuan Herbal Karanganyar

Ramuan Herbal Karanganyar

Hutan Bromo Karanganyar

Hutan Bromo Karanganyar – Alam Bumi Intanpari