in ,

Si Perintis Energi Alternatif

Energi Alternatif

Si Perintis Energi Alternatif. Karanganyar.news. Pengadaan energi alternatif tak hanya di atas coretan kertas dan bahan diskusi. Namun perlu langkah nyata dan uji coba lapangan agar berhasil. Itulah yang getol digarap oleh Soelaiman Budi Sunarto, warga Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar.

Dia berhasil membuat instalasi sederhana yang mengubah sampah menjadi energi seperti gas dan listrik dan disalurkan kembali ke masyarakat secara gratis.

Dia berkecimpung di bidang energi alternatif setelah prihatin mengingat banyaknya sampah yang berserakan di kampung halamannya. Mengambil langkah berani, dia nekat keluar dari pekerjaannya sebagai manajer di Semarang.

Tanpa bekal pengalaman sama sekali, dia merintis usaha bioetanol dengan bendera Agro Makmur pada 1998. Dia berkeyakinan bahwa tiap sampah mengandung gas yang bermanfaat jika bisa diolah.

Budi merancang alat biogas dari sampah dengan metode trial and error. Alat bernama albakos (alat biogas konsumsi sampah) itu punya tinggi 95 sentimeter dengan diameter tabung 50 sentimeter. Alat itu mampu menampung 6 kilogram sampah organik kering seperti sabut kelapa, dedaunan, kayu dan batang padi sisa penggilingan.

Lewat albakos inilah sampah diubah menjadi gas metana lewat proses purifikasi (pemurnian) sehingga menghasilkan bioetanol yang nantinya dialirkan ke kompor warga untuk memasak dan ke genset untuk pembangkit listrik.

Untuk melengkapi hasil karyanya, Budi merancang kompor khusus karena kompor minyak tanah tidak bisa dioperasikan dengan bietanol. Kompor yang akhirnya banyak diminati masyarakat karena harganya murah itu ia namakan kompor “bahenol”, kependekan dari bahan bakar hemat etanol.

Dia menjamin bioetanol sangat aman, murah, dan tidak gampang meledak. Jadi masyarakat tidak perlu takut,” ujarnya.

Dari satu albakos, Budi pun merancang albakos-albakos lain. Salah satu produknya memanfaatkan ciu yang merupakan minuman beralkohol khas Bekonang, menjadi bahan bakar untuk sepeda motor. Ciu  merupakan hasil penyulingan tetes tebu yang diproduksi menjadi alkohol untuk kepentingan medis.

Budi mengungkapkan, ciu merupakan bioetanol berkadar 60-80 persen. Padahal, cairan bioetanol dengan kadar 20 persen saja sudah mampu menghidupkan mesin mobil dan sepeda motor. Maka, bioetanol dari ciu itu pun menjadi bahan bakar kendaraan bermotor.

Sebelumnya, tahun 2009, Budi berhasil menginovasi elpiji sebagai pengganti bensin sepeda motor. Menurutnya, kuncinya terletak pada membran tabung besi yang berfungsi untuk menampung elpiji sebelum masuk ke ruang pembakaran melalui karburator.

Pelampung di karburator dilepas dan membran itulah yang menggantikan fungsi pelampung. Jadi elpiji tidak langsung dialirkan ke ruang pembakaran. Tabung elpiji 3 kilogram dibawa dengan cara diikatkan pada bagian belakang jok motor. Saat ini, Budi sedang memikirkan tempat lain  agar terlihat lebih rapi, misalnya tabung disimpan pada tangki bensin atau bagasi motor.

Belakangan ini, Budi sedang merintis Desa Doplang sebagai desa mandiri listrik dari sampah organik dan kotoran sapi yang diolah menjadi bioetanol. Ia telah menyiapkan “pembangkit listrik” dengan mendirikan kandang sapi di tanah kas desa, kemudian meminta warga setempat untuk mengandangkan sapinya di sana.

Ketua Perhimpunan Masyarakat Bio Energi Jateng ini mengungkapkan jika seekor sapi akan menghasilkan 20 kg kotoran setiap hari, maka hanya dibutuhkan enam ekor sapi untuk bisa menghasilkan energi listrik berkekuatan 2.500 watt. Bukan hanya listrik, tapi juga akan dihasilkan gas metana sebanyak 650 gram per jamnya, setara dengan tiga kilogram gas elpiji.

Sayangnya pemerintah dinilai belum memberikan dukungan. Tak ada jalan lain, ia pun bergerilya mencari dana secara mandiri. Salah satunya adalah dengan membuka kelas khusus untuk pelatihan bioetanol dan penelitian energi alternatif di pusat penelitiannya di Agro Makmur. Muridnya pun kini sudah mencapai ratusan orang, termasuk sejumlah warga asing dari Malaysia dan Singapura.

Di luar workshop, Budi juga menjadi dosen luar biasa di sejumlah perguruan tinggi. Ia juga sering menjadi pembicara dan instruktur tentang biofuel (bahan bakar nabati termasuk bioetanol) baik di dalam maupun di luar negeri.

Televisi Murah Karanganyar

Pembuat Televisi Murah Berkualitas

Mesin Pemotong Rumput Karanganyar

Kreator Sepeda Motor Mesin Pemotong Rumput