in

Awas! Bahaya Terorisme di Sekitar Kita

Karanganyar.news, Karanganyar. Ancaman terorisme ternyata belum hilang dari bumi Indonesia. Setelah sekian lama tidak terdengar upaya penangkapan teroris oleh Densus 88 antiteror, tiba-tiba masyarakat Indonesia dikejutkan dengan penggerebekan terduga teroris di Bekasi beberapa waktu lalu.

Tak tanggung-tanggung, terduga teroris yang ditangkap berencana menyerang Istana Negara. Dan yang lebih mengejutkan lagi, kota Karanganyar ikut tersangkut paut dengan kejadian itu. Pasalnya salah satu terduga teroris justru ditangkap di Karanganyar, tepatnya di Dusun Sabrang Kullon, Kecamatan Matesih pada 10 Desember 2016 lalu.

Kepolisian melansir bahwa terduga teroris berinisial S yang ditangkap di Karanganyar punya peran penting dalam jaringan terorisme itu. Sebab dialah yang bertugas merakit bom yang akan diledakkan di Jakarta. Sementara terduga teroris lainnya ada yang bertugas mengantar bom, mencari calon pelaku bom bunuh diri, dan pelaku bom bunuh diri itu sendiri.

Menilik fakta tersebut, ada baiknya kita selalu waspada akan bahaya terorisme. Terbukti ada salah satu terduga teroris yang berasal dari Karanganyar dan punya peran penting. Tentu saja waspada di sini bukan berarti selalu bersikap curiga terhadap setiap orang. Namun punya kepekaan terhadap hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya.

Sejatinya aksi bom bunuh diri tidak dapat dibenarkan oleh agama apapun. Apalagi dengan menargetkan masyarakat sipil di dalam situasi negara tidak sedang berperang. Hal itu justru akan memecah belah umat dan masyarakat Indonesia secara luas.

Sejujurnya sulit menerima bahwa paham terorisme atau secara global gerakan ISIS sudah merambah hingga ke daerah-daerah di Indonesia. Ternyata kemudahan teknologi telah disalahgunakan. Terbukti komunikasi antar terduga teroris dengan pemanfaatan teknologi. Termasuk tentang cara merakit bom, semua disampaikan lewat teknologi.

Beruntung kegiatan berbahaya itu terendus aparat penegak hukum. Sehingga aksi keji bom bunuh diri di Istana Negara tidak sampai terjadi. Termasuk yang baru-baru ini terkuak, adanya jaringan teroris lainnya yang berbasis di Purwakarta, Jawa Barat yang notabene bukan kota besar seperti Bandung.

Waspada Iming-iming Gerakan Terorisme

Karena itu kita patut bersikap bijak dalam pemanfaatan teknologi. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat seperti yang kerap disuarakan pemerintah melalui gerakan Internet Sehat. Selain itu, untuk terus membentengi diri agar tidak mudah tergoda dengan iming-iming gerakan terorisme.

Baca Juga: Ibu Pertiwi Berduka.

Indonesia dibangun atas dasar kemajemukan suku bangsa, agama, adat istiadat, dan budaya. Hendaknya hal itu menjadi suatu kekayaan bangsa yang membuat Indonesia terus bersatu dan tidak tercerai-berai seperti yang banyak terjadi di belahan dunia lainnya.

Sekali lagi, jauhi paham terorisme dan mari kita sama-sama menjaga bumi pertiwi agar menjadi bangsa yang besar dan bisa mensejahterakan seluruh rakyat.

Ibu Pertiwi Berduka

Tahun Baru Syahdu di Bumi Intanpari