in

Karanganyar Bersiap Hadapi Arus Mudik 2017

Karanganyar-Mudik

Tak terasa sebentar lagi bulan puasa menjelang. Lantas diikuti dengan tradisi pulang kampung alias mudik yang dilakoni hampir sebagian besar masyarakat Indonesia. Mereka yang merantau di kota besar akan berbondong-bondong pulang ke kota asalnya.

Kota-kota kecil lantas menjadi seperti kota besar. Selain kedatangan warga yang pulang kampung, juga ada pula yang sekadar melintas. Termasuk di Karanganyar, yang menjadi salah satu titik perlintasan utama para pemudik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dan sebaliknya.

Pembangunan jalan tol Solo-Ngawi yang sebagian melintasi Karanganyar diharapkan bisa mengurai kemacetan di sekitar Karanganyar. Jalan tol sepanjang 90 kilometer tersebut berawal dari kawasan Colomadu hingga tembus ke Sragen.

Per Februari 2017, sebagian ruas jalan tol sudah bisa dilalui, terutama yang dari Colomadu. Pemerintah menyatakan ruas tol Colomadu-Karanganyar sepanjang 20,9 kilometer sudah beres pembebasan lahannya alias sudah seratus persen. Sedangkan konstruksinya mencapai 97 persen.

Sementara dari Karanganyar hingga Mantingan sepanjang 35,15 kilometer, pembebasan lahan mencapai 92 persen dengan konstruksi di kisaran 73 persen. Kemudian ruas Mantingan-Ngawi, dari 34,2 kilometer jalan tol yang akan dibangun, baru 92 persen lahan yang sudah dibebaskan. Sedangkan konstruksinya mencapai 48 persen.

Dengan kondisi tersebut, maka diperkirakan ruas tol Colomadu-Karanganyar sudah bisa digunakan untuk jalur mudik dengan kondisi jalan sudah beraspal mulus. Sementara dari ruas Karanganyar hingga Mantingan, kemungkinan masih ada ruas tol yang baru sebatas dipadatkan dan hanya bisa dilalui secara fungsional terbatas.

Sementara untuk ruas dalam kota hingga perbatasan Jawa Timur, para pemudik akan dimanjakan dengan jalan yang mulus dan lebar. Mulai dari kawasan Palur, akan disambut dengan jembatan layang yang membuat pemudik tak perlu lagi melintas rel kereta api. Lantas jalan 4 lajur akan membentang hingga berakhir di kawasan Bejen, yang sudah masuk pinggiran kota Karanganyar.

Sehingga diharapkan tidak ada lagi kemacetan di tengah kota Karanganyar saat puncak arus mudik. Ditambah lagi, pemerintah Karanganyar tak hanya menyentuh perbaikan di ruas utama, tapi hingga ruas jalan alternatif.

Misalnya ruas jalan alternatif ke Sragen atau Jawa Timur via Mojogedang telah diperlebar. Juga alternatif ke Wonogiri lewat Jumapolo juga tengah dikebut pelebarannya. Harapannya pemudik akan nyaman ketika berada di Bumi Intanpari.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote
Desa Karanganyar

Desa Berprestasi di Bumi Intanpari

Berkah-Ramadhan

Meraup Laba di Bulan Penuh Berkah