in ,

Semangat Merdeka di Karanganyar

Dirgahayu-RI-72

Gempita hari merdeka terasa di mana-mana. Di setiap wilayah di Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Segenap suka cita menyambut Hari Kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan nyawa para pejuang.

Di Karanganyar, di sepanjang jalan mulai jalan protokol sampai jalan kampung, semarak dengan bendera merah putih. Tiap rumah dipasang bendera merah putih, umbul-umbul, dan kerlap-kerlip lampu.

Jalanan kampung dicat putih di kedua sisi. Gapura kampung di cat ulang, rumah-rumah penduduk pun ikut dicat. Lomba-lomba unik digelar dan berlangsung sangat meriah.

Dan tiap daerah tentu punya cerita tersendiri terkait perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Karanganyar tecermin dalam peristiwa yang dialami 9 tentara pelajar pada 5 Januari 1949.

Baca juga:  Menyongsong Pilkada Damai di Karanganyar

Waktu itu sekitar 15 orang tentara pelajar hendak pulang ke kamp perjuangan Indonesia, ke arah Matesih. Rombongan tersebut bertemu pasukan Belanda dan terjadi baku tembak sengit. Pasukan tentara pelajar berhasil memukul mundur pasukan Belanda.

Rupanya pasukan Belanda yang tersisa sempat mengontak markas pusatnya di Surakarta meminta bantuan personil. Rombongan tentara pelajar pun melanjutkan perjalanan ke arah Karangpandan. Di sana, sekitar 300 tentara Belanda bersenjata lengkap sudah menghadang.

Tak kenal takut, tentara pelajar menghadapi tentara Belanda dengan gagah berani. Hanya saja karena kalah jumlah dan persenjataan, akhirnya sembilan tentara pelajar meninggal sementara sisanya berhasil melarikan diir.

Para tentara pelajar yang rata-rata berusia di awal 20 tahunan itu kemudian dimakamkan di sekitar pasar Matesih. Lalu pada 1955 jasadnya dipindahkan ke taman makam pahlawan Karanganyar. Ke-9 pejuang muda tersebut adalah Lakstoto, Moeryoto, Roesman Lilik, Soepriyadi, Soenarto, Slamet, Soekoto, Salam Hasyim, dan Waloeyo.

Baca juga:  Ibu Pertiwi Berduka

Kepahlawanan mereka diabadikan dalam sebuah tugu. Di situ tertulis :

  • Kami 9 pemuda mati muda
  • Kami yang menolak penjajahan bangsa atas bangsa
  • Dan kami gugur di tengah perang kemerdekaan bangsa
  • Kami rela mati muda
  • Demi kekalnya Merah Putih Bendera Pusaka
  • Biarlah Kami mati
  • Asalkan Meninggalkan arti
Bagikan Berita:
KKN Karanganyar

Peran Mahasiswa Membangun Desa

Karanganyar Yogyakarta

Penjajakan Kota Kembar Karanganyar-Yogyakarta