in ,

Meraih Pundi Besar dari Tanaman Mungil

Warna hijau terhampar biasanya sering dijumpai di daerah pegunungan. Wangi sejuk udara seakan menjadi bahan bakar agar dedaunan selalu segar. Wilayah Karanganyar yang sangat subur dengan iklim sejuk menjadi limpahan rezeki bagi pebisnis buah, sayur, maupun tanaman yang lain. Kesuburan tanahnya bak intan permata bagi pebisnis untuk mengembangkan usaha tanaman. Prospek bisnis ini pun sangat menjanjikan sebab permintaan produksi buah dan sayur pasti akan selalu ada karena setiap hari manusia membutuhkan asupan gizi dari buah dan sayuran. Selain itu, tersedia pula hamparan lahan yang siap digunakan untuk bercocok tanam.

bibit tanaman

Budidaya bibit tanaman saat ini menjadi salah satu usaha yang menjanjikan. Selain karena proses pembuatan yang mudah, melonjaknya hobi bercocok tanam akhir-akhir ini menjadi alasan tersendiri yang tidak boleh dilewatkan. Hal itu menjadi kesempatan berharga untuk terus menggeluti bisnis bibit tanaman. Dalam bidang pertanian, penangkaran bibit tanaman sangat praktis sekali di jalankan. Bagaimana tidak, para penangkar tidak begitu memerlukan area yang luas. Jika di rumah memiliki lahan yang tidak terpakai, manfaatkan saja agar bisa menjadi uang yang mengisi kantong. Yaitu dengan cara menjalankan bisnis ini. Selain itu, bisnis bibit tanaman tidak pernah di terbatasi oleh masa kadaluarsa. Semakin besar bibit, maka harga jual pun akan melesat menjadi lebih tinggi.

bibit tanaman terong

Aneka jenis tumbuhan dapat dipilih karena memang tanah Karanganyar bisa ditanami bervariasi tanaman. Beberapa tanaman tersebut adalah cabe rawit, terong, tomat, bibit semangka, dan melon. Semua jenis tanaman tersebut dibudidaya sendiri dengan baik untuk dijual. Perawatannya pun cukup mudah sehingga tidak menguras banyak tenaga, pikiran, dan biaya. Tanaman-tanaman diatas dipilih karena hasil buahnya dibutuhkan setiap waktu untuk memenuhi kebutuhan pangan, baik dari kalangan petani maupun untuk umum. Saat ini harga yang dipatok cukup terjangkau. Harga cabe rawit 300 rupiah, terong 300 rupiah, dan cabe besar 400 rupiah. Walaupun terbilang cukup murah, bisnis ini bisa memberikan pundi-pundi besar bagi pemiliknya karena kuantitas penjualan yang pasti banyak.

Lilik (27) sedang memeriksa bibit tanaman yang dia jual

Banyak penduduk lokal yang sudah lama menggeluti usaha ini. Salah satunya adalah Bu Lilik. Mamah muda yang baru berusia 27 tahun ini dengan piawainya menangkar berbagai macam bibit tanaman untuk dijual. Di pekarangan sekitar rumahnya, beliau menjalankan usaha ini. Matahari sore yang selalu menemaninya di tempat budidaya, memancarkan sinar keemasan yang indah. Walaupun tak segagah siang hari, ia mampu membuat langit menjadi lebih mempesona. Siluet Bu Lilik yang sedang berdiri menghadap beberapa bibit tanaman tergambar jelas. Angin sepoi-sepoi di tengah sawah berhembus membelai dedaunan bibit mungil yang siap dijual. Bu Lilik telah mengantongi banyak pengalaman dikarenakan telah lama terjun di bidang pembibitan tanaman yaitu sejak tahun 2015.

“Kami memilih usaha bibit dikarenakan banyak orang yang sudah mulai males bikin bibit sendiri buat ditanam disawahnya. Karena kadang petani yang bikin bibit sendiri banyak yang nggak tumbuh say terus beli ditempat bapakku.” Tuturnya sembari merapikan bibit tanaman terong.

“Dulu usaha ini dirintis sendiri say, mulai dari ngadahi tanah ke polibag sendiri, terus menyemai bibit sendiri. Sekarang alhamdulillah kalo ngadahi lemah e sudah banyak dibantu tetangga say. Ya sepuluhan orang kalo pas banyak pesenan.” Imbuhnya.

Berlokasi di Bancak 2 rt 01/04, Gebyog, Mojogedang, Karanganyar, Bu Lilik siap menerima pembeli dari mana saja. Semoga apa yang dilakukan Bu Lilik bisa menginspirasi.

Sedinding

Keindahan Air Terjun Sewawar dan Sedinding

Mengenal Lebih Dekat Istana Putih Tawangmangu