in ,

Gagahnya Taman Pancasila di Karanganyar

Kehidupan di Kabupaten Karanganyar tidak melulu soal pemandangan gunung, kesejukan alam, dan hal-hal yang berbau pedesaan. Di pusat pemerintahan bumi intan pari ini terdapat hiruk pikuk dan keramaian bak kehidupan kota. Jalanan lebar yang dipenuhi berbagai kendaraan terbentang luas, menyediakan akses bagi siapapun dan dari mana saja untuk berkunjung. Walaupun jantung kota Karanganyar bukan daerah pariwasata, disana juga terdapat spot-spot menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah taman Pancasila.

Taman Pancasila merupakan suatu taman yang cukup luas untuk menjadi tempat nongkrong anak-anak muda maupun keluarga. Sesuai namanya, tentu saja terdapat patung sang Pancasila disana. Bupati Karanganyar membuat tampilan wajah Taman Pancasila lebih cantik dengan menambahkan patung sang proklamator Republik Indonesia. Selain itu, semua fasilitas yang ada di Taman Pancasila diperbaiki dan dilengkapi, membuat Taman ini terlihat rapi dan indah untuk dipandang. Taman Pancasila terlihat lebih hidup ketika matahari mulai tergelincir ke barat. Banyak pedagang makanan mulai menata dan membuka lapaknya. Selain pedagang makanan, ada juga para pedagang lain seperti penjual tas, baju, aksesoris, dan tempat hiburan anak. Mereka mulai meramaikan tempat ini karena saat hari mulai sore, taman Pancasila akan berubah menjadi tempat rekreasi. Banyak orang yang datang kesana untuk menikmati senja, bertemu dengan teman-teman, rekreasi kuliner, atau bahkan hanya sekedar ber swafoto ria untuk diunggah ke media sosial. saat petang mulai merayap, taman Pancasila akan semakin ramai. Lampu-lampu cantik memancarkan sinarnya untuk menerangi kegelapan dan menambah nilai estetika taman, mengundang siapa saja yang lewat untuk mampir sebentar menikmati suasana kota yang menyenangkan.

Dahulu sebelum menjadi seindah sekarang, taman Pancasila ini hanyalah sebuah pasar tradisional. Untuk membuat tatanan kota lebih rapi, bupati yang kala itu menjabat memindahkan pasar tradisional tersebut ke dekat Perumahan Pelita di Bejen. Kemudian bekas pasar yang semula terlihat kumuh dirombak total, dibersihkan, dan ditambahkan beberapa patung artistik seperti patung jerapah serta patung perjuangan. Namun, perpindahan pasar ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Para pedagang merasa rugi karena dagangan mereka tidak laku ketika berada di tempat yang baru. Kemudian para pedagang menggeser lapak mereka di daerah Jungke yang ternyata malah menjadi tanah emas karena dagangan mereka begitu laris disana. Jadilah sekarang pasar Jungke yang tanahnya pun sudah menjadi aset negara dengan cara dibeli oleh pemerintah. Gayung bersambut, warga sangat senang dan bangga dengan adanya Taman Pancasila. Terbukti dengan selalu ramai dikunjungi warga, pekerjaan pemerintah tidak lah sia-sia. Tempat ini selalu ramai setiap saat terutama di sore dan malam hari. Tugas kita selanjutnya adalah menjaga taman ini agar selalu bersih dengan membuang sampah pada tempatnya dan janganlah berbuat kerusakan.

Mengenal Lebih Dekat Istana Putih Tawangmangu

Pesona Kembang Desa Dawung