in

Rangkaian Kembangbiak dan Menanam Keladi

Tanaman keladi merupakan tanaman hias dari suku araceae yang termasuk dalam genus caladium. Tampilan tanaman keladi yang mempesona membuat tanaman ini banyak diminati para pecinta tanaman hias untuk dikoleksi. Tumbuhan yang sering digunakan untuk menghiasi rumah ini termasuk salah satu jenis tanaman yang memiliki umbi. Namun, umbi yang dimiliki ukurannya tidak begitu besar jika dibandingkan jenis tanaman berumbi lainnya. Umbi berguna untuk bertahan hidup ketika tanaman keladi mengalami masa dormansi atau mati suri dikarenakan keadaan sekitar yang tidak menguntungkan. Saat mengalami masa dormansi, biasanya pertumbuhan tanaman mulai melambat, ukuran daun baru lebih kecil, dan habis seperti tanaman sudah mati. Hal ini disebabkan karena minimnya kandungan air dan unsur hara serta hawa sekitar yang panas. Masa dorman seperti ini akan menghilang saat musim penghujan tiba. Selain tumbuh subur kembali, tanaman ini akan membawa bibit baru hasil dari umbi yang dia miliki ketika mengalami masa dorman.

sumber gambar: https://gdmagri.com/jual-keladi-hias/

Pembibitan

Berbicara soal bibit, kini banyak penggiat tanaman hias membudidaya tanaman keladi ini. Ada dua jenis perkembangbiakan tanaman keladi yaitu dengan memperbanyak diri dari biji atau generatif, dan cacah umbi atau vegetatif. Tanaman keladi sebenarnya memiliki bunga yang kemudian berfungsi menjadi biji. Hanya saja, tidak semuanya mampu menjadi biji. Biji akan tercipta jika ada proses penyerbukan pada bunga. Tentu saja dengan bantuan makhluk lain penyerbukan bisa terjadi. Setelah itu, biji yang dihasilkan bisa disemai dan muncullah bibit tanaman keladi baru. Selain dari biji, bibit keladi bisa didapat dari cacah umbi. Proses pembibitan dengan cacah umbi bisa dikatakan lebih mudah. Cukup dengan mencacah umbi lalu menyemainya, tunas akan bermunculan menjadi tanaman baru yang sama persis dengan tanaman induk. Semakin besar cacahan maka akan tumbuh lebih cepat.

Baca juga:  5 Jenis Philodendron Paling Langka
sumber gambar: https://gdmagri.com/jual-keladi-hias/

Pemindahan dan Perawatan

Ketika para pecinta keladi sudah mendapatkan bibit tanaman baik dari biji, cacahan umbi, atau yang tumbuh bersamaan dengan induknya ketika masa dorman usai, yang harus dilakukan selanjutnya adalah memilihnya dan menanam di tempat yang baru. Ketika si kecil keladi sudah setinggi diatas 5cm, pindahkan ke tempat yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Anda harus membuat media tanam dari tanah digabungkan dengan pupuk kompos atau kandang. Aduk dan campur semuanya secara merata dengan perbandingan 1:1. Pindahkan bibit tanaman keladi pada media tanam yang sudah dibuat tadi hingga semua umbi tertutup sempurna dengan media tanam. Siram hingga tanah berada pada kondisi lembab. Selain air, pupuk juga hal wajib yang harus ada. Pemupukan hanya dilakukan ketika tanaman keladi sedang dalam masa tumbuh. Biasanya dilakukan sebulan sekali saja. Yang perlu diingat adalah media tanam keladi harus selalu dalam keadaan lembab. Setelah tujuh atau delapan bulan, anda bisa mendapatkan hasil tanaman keladi yang lebih indah dengan cara membiarkan tanahnya menjadi kering selama beberapa bulan. Setelah itu, tanaman akan mengalami proses kematian ditandai dengan mengerutnya daun. Daun lama yang mengkerut akan busuk dan lenyap. Tenang saja, tanaman tersebut tidak mati selamanya. Setelah tersiram air, tanaman akan tumbuh kembali dengan keindahan daunnya yang baru. Tanaman siap untuk dipamerkan keindahannya di taman yang ada di rumah anda bersama dengan koleksi tanaman hias lainnya.

Baca juga:  Jenis Philodendron Paling Populer
Bagikan Berita ini:

5 Keladi yang Paling Banyak di Cari

Jenis Keladi Paling Mahal