in

Rumah Atsiri yang Sarat Edukasi

Kabupaten Karanganyar memiliki kekayaan berupa tanah subur yang bisa ditumbuhi berbagai jenis tanaman. Berbagai tanaman tersebut memiliki beragam fungsi seperti bahan makanan, obat, da nada pula yang digunakan sebagai minyak atsiri atau terkenal dengan sebutan essential oil. Minyak ini biasanya dijadikan aromaterapi yang bermanfaat sekali untuk kesehatan. Tanaman yang lazim digunakan sebagai bahan dasar essential oil adalah eukaliptus, lemon, lavender, peppermint, dan sebagainya. Semuanya memiliki aroma yang berbeda-beda dan memiliki manfaat yang juga tidak sama. Diantara manfaatnya adalah meredakan rasa cemas, mengurangi rasa mual, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi nyeri otot.

Ternyata dahulu Negara kita Indonesia memiliki pabrik penyulingan minyak atsiri. Dahulu pabrik ini adalah miliki pemerintah tetapi kemudian berpindah tangan ke pihak swasta hingga akhirnya berhenti beroperasi karena kurangnya bahan baku dan modal. Agar tidak terbengkalai, PT Rumah Atsiri Indonesia kemudian mengambil alih kembali dan memanfaatkannya menjadi tempat rekreasi yang dinamakan museum Rumah Atsiri. Lokasi Rumah Atsiri terletak di Desa Plumbon, Jl. Watusambang, Tawangmangu, Jawa Tengah. Tempat ini mulai dibuka untuk umum sejak Mei 2018 hingga sekarang. Selain untuk memanfaatkan pabrik yang dahulu terbengkalai, dibukanya Rumah Atsiri juga bisa menjadi ajang perkenalan warisan industri minyak atsiri di Indonesia dengan cara rekreasi yang menyenangkan namun juga mengedukasi. Tentu saja kini tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menarik. Jika anda berkunjung kesini, anda akan menemui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan essential oil.

sumber: https://www.kompasiana.com/sucihistiraludin/57c543cbe1afbd2445cf7a46/alasan-berkunjung-ke-museum-minyak-atsiri-tawangmangu-jawa-tengah?page=all

Secara kasat mata, ada tiga bangunan pada Rumah Astiri dengan fungsi masing-masing. Ketiga bangunan tersebut adalah ruang workshop, taman koleksi tanaman atsiri, dan museum. Struktur bangunan tersebut sudah ada sejak dahulu ketika masih menjadi pabrik. Hal itu menambah kesan retro dengan nuansa bangunan tempo dulu. Hanya fungsinya saja yang berubah. Di taman atsiri kita akan menjumpai sekitar 90 jenis tanaman atsiri dari total 400 jenis di dunia. Semua tanaman ini menyemburkan aroma wangi yang bisa digunakan sebagai bahan dasar essential oil. Bangunan museum isinya condong ke sejarah dan berisi beberapa alat peninggalan yang berkenaan dengan pembuatan minyak atsiri. Berbeda dengan dua bangunan lainnya, musem dibuka sejak bulan Oktober 2019.

Baca juga:  Melepas Dahaga Liburan di Telaga Madirda
sumber: https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4802729/wisata-relaksasi-sambil-lihat-bunga-di-rumah-atsiri

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan ketika berkunjung ke Rumah Atsiri. Rasakan sensansi langsung mencium, meraba, dan bahkan mengolah sebuah tanaman menjadi minyak atsiri. Tentu saja petualangan ini dibantu oleh pemandu sambil menjelajahi berbagai ruangan. Jika berkunjung kesana, anda tidak perlu bingung mencari tiket. Hanya cukup membayar 50 ribu rupiah anda akan mendapat voucher yang nantinya bisa digunakan untuk berbelanja disana seperti di toko souvenir, makan di restoran sana, atau mengikuti workshop jika berkenan. Rumah atsiri buka dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Bagi anda yang hobi mengoleksi aromaterapi, tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi.

Bagikan Berita:

Keladi Red Stardust, Kelebihan dan Cara Menanamnya

Keladi Tikus