Menu
in ,

Tips Memiliki Vertical Garden di Rumah

Memiliki taman di rumah sudah tentu menjadi impian bagi setiap orang yang memiliki hunian dan gemar melakukan kegiatan berkebun. Banyak model taman rumah yang bisa Anda terapkan di sekitar hunian mulai dari taman kering atau taman basah. Akan tetapi, jangan sampai lupa mempertimbangkan luas lahan yang Anda miliki. Salah satu alternatif yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat desain taman vertikal pada dinding rumah yang biasa disebut dengan vertical garden. Vertical garden ini merupakan sebuah teknik menanam tanaman dengan menggunakan panel yang diposisikan secara vertikal. Struktur taman vertikal minimalis ini bisa diletakkan pada dinding, atau dengan menggunakan rak khusus. Intinya adalah untuk meminimalisir penggunaan lahan.

Sumber: https://4c2z2qi2m3-flywheel.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/Fotolia_108044524_S-849×445.jpg

Media yang diperlukan untuk vertical garden

Dalam membuat vertical garden, ada media yang lebih bagus digunakan daripada tanah yaitu rockwool. Caranya adalah setelah tanaman dikeluarkan dari pot, tanaman tersebut dibersihkan dari tanah yang menempel di akar. Setelah bersih, tanaman langsung dibungkus dengan rockwool.

Pengembangan produk vertical garden untuk karya ilmiah

Metode taman vertikal ini sudah ada sejak zaman dulu. Di era modern, taman vertikal ini kemudian berkembang dan diberi sentuhan populer sehingga semakin banyak orang yang tertarik menjadikannya sebagai dekorasi rumah. Banyak juga kaum cendikiawan yang mulai melirik vertical garden untuk dijadikan objek karya ilmiah. Pemikiran mereka tentu saja menambah manfaat dan bisa mengembangkan produk vertical garden. Sebagai contoh, produk vertical garden yang dijadikan karya ilmiah telah diterapkan di berbagai kawasan elit seperti hotel, café, apartemen, dan perumahan elit lainnya. Jenis tanaman untuk taman vertikal ini pun semakin beragam.

Kunci utama menerapkan vertical garden

  1. Perhatikan struktur taman. Anda bias memilih menggunakan tiang sederhana sebagai struktur utama yang ditanam ke tanah. Jika tidak mau repot, anda bisa membeli teralis yang siap pakai sesuai selera. Jangan lupa untuk memilih tempat yang terbuka agar terkena sinar matahari.
  2. Memilih tanaman yang tepat. Walaupun semua tanaman hias bisa dipilih untuk mengisi vertical garden, anda harus cermat dalam memilih dan sesuaikan dengan kebutuhan tanaman tersebut. Misal vertical garden diletakkan di dalam ruangan, pilih tanaman indoor dan sebaliknya jika ada di luar ruangan pilih tanaman outdoor. Pilih juga tanaman yang cukup ringan dengan pertumbuhan yang tidak terlalu cepat.
  3. Sistem Irigasi yang bagus. Tanaman mana sih yang tidak membutuhkan air? Dalam aturan main vertical garden, menggunakan sistem irigasi ternyata lebih efektif dan efisien. Air akan menetes pelan-pelan dari tanaman paling atas ke paling bawah. langsung ke akar melalui pipa.

Harga

Menurut https://jasaverticalgardens.blogspot.com/ yang bergerak dibidang pembuatan vertical garden, biaya pemasangan vertical garden dihitung tiap meter persegi ditambah dengan faktor pendukung lainnya yang mempengaruhi. Biaya rata-rata instalasi taman vertikal lengkap dengan tanaman hias dan pemasangan irigasi secara otomatis berkisar antara 1,7 juta hingga 2 juta di setiap meter perseginya, per bulan oktober 2020. Faktor lain yang mempengaruhi harga pemasangan vertical garden adalah lokasi. Di dalam ruangan harga akan lebih tinggi karena membutuhkan cahaya buatan. Jika sang pemilik menghendaki sebuah vertical garden yang menggunakan pot, tentu saja harganya juga berbeda.

Mengapa vertical garden sering mati?

  1. Tanaman kekurangan nutrisi. Anda wajib memberikan pupuk sebulan sekali agar taman anda tetap asri.
  2. Sinar matahari yang kurang. Semua tanaman membutuhkan sinar matahari walaupun ada beberapa tanaman yang cukup hanya memerlukan bias nya saja. Kekurangan sinar matahari ternyata berdampak serius untuk kelangsungan hidup vertical garden.
  3. Suhu dan kelembapan ruangan yang tidak seimbang. Oleh karena itu, anda wajib mengetahui sifat dan karakter tanaman hias anda agar taman bisa bertahan.
  4. Kadar air yang tidak sesuai. Sebaiknya tanaman hias yang dipilih harus disesuaikan penempatan dan kebutuhan airnya karena penyiraman menggunakan sistem drainase.
  5. Adanya hama. Periksalah dengan rutin apakah tanaman sedang sehat atau justru sekarat karena diserbu hama seperti ulat, siput, cacing, atau hama lainnya.

Memilih tema taman vertikal sebaiknya disesuaikan dengan tema desain rumah yang Anda miliki. Terdapat beberapa tema taman vertikal seperti klasik, modern, tradisional, atau gaya tropis. Selain tema, hal lain yang harus menjadi perhatian anda saat membangun sebuah taman vertikal adalah tanaman dan luas lahan yang nantinya akan anda sulap menjadi taman vertikal. Tidak ada salahnya anda mempertimbangkan ukuran taman kalau memang luas lahannya terbatas. Selamat mencoba.

Bagikan Berita:

Leave a Reply

Exit mobile version