in

Keindahan Bunga Matahari

Siapa sih yang tidak mengenal tanaman cantik ini? Tanaman penghasil camilan nikmat tiada tara dengan warna bunga kuning cerah ini akan mampu menarik perhatian semua pecinta tanaman hias. Siapa sangka, ternyata tanaman ini bukan berasal dari Indonesia lho. Tanaman ini berasal dari benua Eropa dan Amerika. Namun tenang saja, anda bisa menjumpainya di Indonesia kok. Hal itu karena sekarang tanaman ini sudah tersebar diseluruh penjuru dunia mengingat mudahnya bunga matahari beradaptasi pada lingkungan, selama lingkungan itu tidak tergenang air.

Tanaman bunga matahari termasuk kedalam kelas magnoliopsida karena dalam bijinya memiliki satu pasang kotiledolen sehingga termasuk tumbuhan dikotil. Untuk lebih spesifik, tanaman bunga matahari termasuk famili astereceae dan genus helianthus. Selain dimanfaatkan untuk produksi kuaci, tanaman bunga matahari juga biasa digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman bunga matahari akan menghasilkan bunga yang besar dan indah jika kita bisa merawatnya dengan baik. Kali ini kita akan membahas bagaimana morfologi dari tanaman bunga matahari.

Sumber: hijao.com

Tanaman bunga matahari bisa tumbuh dengan tinggi maksimal 3 meter dengan bunga yang besar dan indah lho.  Batang dari tanaman bunga matahari sendiri memiliki tekstur bulu agak kasar dengan bentuk batang yang bulat. Batang bunga matahari umumnya tidak bercabang, meski mungkin ada juga yang bercabang namun belum ditemukan. Tanaman bunga matahari juga biasa dikatakan sebagai tanaman perdu. Meski begitu, batang yang dimiliki oleh tanaman bunga matahari cukup kuat. Untuk pertumbuhan batang tanaman, bunga matahari akan menumbuhkan batangnya secara fototropisme. Jadi arah tumbuh batang akan mengikuti asal dari cahaya datang. Dan pembengkokan batang akibat fototropisme ini sudah biasa terjadi karena pada area batang hormon auksin (pemanjangan) mulai terurai.

Baca juga:  Yuk, Kenalan dengan Tanaman Sirih Gading

Beralih kepada akar tanaman bunga matahari, akar tanaman ini memiliki tekstur halus dan lebat. Ukurannya pun juga tidak terlalu besar namun kuat. Kedalaman rambatan dari akar tanaman bunga matahari bisa mencapai 3 atau 4 meter di kedalam tanah. Daun yang dimiliki tanaman bunga matahari umumnya berukuran lebar 12 cm dan panjang 15 cm dengan bentuk daun menyerupai jantung. Jenis daunnya tunggal dan tumbuh pada batang utama yang keras disertai dengan tumbuhnya tangkai panjang ditempat tumbuhnya bunga sebagai penghubung.

Sumber: idntimes.com

Beralih pada inti tanaman ini yaitu bunga, bunga matahari akan mekar sekali dalam setahun atau secara periodik. Bunga ini sendiri juga dikelompokkan kedalam kelompok bunga majemuk. Bunga matahari ini juga bisa dikatakan memiliki 2 kelopak bunga yaitu kelopak yang berukuran besar dan kecil. Kelopak bunga besar terletak pada bagian luar dan bisa berjumlah puluhan. Sedangkan kelopak bunga matahari kecil terletak didalam dan jumlahnya mencapai ribuan lho. Nah, pada kelopak inti inilah kuaci atau biji bunga matahari akan terbentuk setelah terjadi pembuahan. Diameter bunga dari tanaman bunga matahari bisa mencapai 30 cm. Bunga ini bila dilihat sekilas akan nampak seperti cawan yang mengelilingi lingkaran. Terakhir pada biji tanaman bunga matahari. Pada bagian luar, bijinya berbentuk pipih dan memanjang dengan warna kehitam-hitaman. Sedang dibagian dalamnya akan didapati biji yang biasanya kita jadikan camilan bernama kuaci. Dari sini kita bisa ketahui bahwa tekstur dari kulit biji ini adalah keras.

Baca juga:  Mengenal Tumbuhan Keladi

Jadi bagaimana? Sudah tertarik untuk memelihara tanaman bunga matahari atau tidak? Oh atau justru anda sudah memeliharanya di pekarangan rumah? Apapun itu semoga uraian ini bermanfaat.

Bagikan Berita:

Pesona Begonia di Teras Rumah

Jenis Bunga Tulip yang Cantik